Bukan Sekadar Pindah Rumah, Relokasi KEK Tanjung Sauh Hadirkan Kehidupan Baru

“Prosesnya mudah, tidak sulit,” katanya singkat.

Rumah yang diterima keluarga Antonius juga dinilai telah memenuhi kebutuhan dasar penghuni. Penambahan yang dilakukan hanya bersifat pelengkap agar lebih nyaman ditempati.

Bacaan Lainnya

“Kita hanya tambah dapur sama sedikit ruang saja. Selebihnya sudah disiapkan,” jelasnya.

Kini Antonius tinggal bersama keluarga besarnya. Dari empat anak yang dimilikinya, tiga di antaranya menetap berdekatan di kawasan relokasi yang sama, sementara satu lainnya tinggal di pulau berbeda. Kedekatan jarak tersebut membuat interaksi keluarga menjadi lebih intens dibanding sebelumnya.

Seiring waktu, kawasan relokasi juga mulai menunjukkan kehidupan baru. Rumah-rumah yang sebelumnya kosong kini perlahan terisi. Anak-anak mulai bermain di halaman, aktivitas warga semakin terlihat, dan hubungan antarwarga mulai terbentuk kembali di lingkungan yang baru.

Kehadiran para warga terdampak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh tidak hanya menghidupkan kawasan permukiman, tetapi juga membangun kembali rasa kebersamaan dan solidaritas sosial yang sempat terputus akibat proses perpindahan.

Pos terkait