Stok yang tercatat meliputi Minyak goreng MINYAKITA sebanyak 165 ribu liter; Jagung sebanyak 19,6 ribu kg; Gula konsumsi sebanyak 100 kg; Telur ayam sebanyak 100 kg dan Air mineral sebanyak 1.440 pack.
Khusus minyak goreng, persediaan dalam perjalanan juga masih akan bertambah, menandakan rantai pasok tetap berjalan aktif.
Guido menjelaskan, komoditas minyak goreng tetap menjadi fokus pengawasan karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap inflasi pangan.
“Minyak goreng dan beras merupakan dua komoditas yang paling memengaruhi inflasi daerah. Karena itu, kami memastikan stok aman dan distribusi berjalan lancar,” katanya.
Sebagai wilayah kepulauan, Kepulauan Riau memiliki tantangan logistik yang berbeda dibanding daerah daratan. BULOG Batam menjalankan fungsi distribusi lintas pulau agar pasokan merata.
Sebanyak 250 ribu kilogram beras tercatat masih dalam perjalanan menuju gudang, menandakan suplai akan terus bertambah dalam waktu dekat.
Guido menekankan pentingnya sistem distribusi yang efisien untuk menjaga stabilitas harga di wilayah kepulauan.
“Kami terus memperkuat jalur distribusi ke pulau-pulau agar masyarakat tidak mengalami kekurangan pasokan, terutama di daerah yang akses logistiknya terbatas.”
