Di Era AI, Stella Rissa Eksplorasi Gemini untuk Kembangkan Kreativitas Fashion

Hidupkan Kembali Karakter Starlet

Eksplorasi Stella bersama AI berawal dari karakter Starlet yang dikembangkan di studionya ketika pandemi Covid-19.

Starlet memiliki makna “perempuan yang bercahaya”. Pada 2021, ketika aktivitas fashion mengalami banyak perubahan akibat pandemi, Stella dan tim memiliki waktu lebih untuk mengembangkan karakter tersebut dalam bentuk ilustrasi cat air.

Bacaan Lainnya

“Back in 2021 during Covid time, memang kita bukan membuat baju aja ya, kita membuat baju yang nyaman, seperti kaus. Dan di situ karena waktunya banyak, di studio kita mengembangkan sebuah karakter yang memang digambarkan menggunakan watercolor,” paparnya.

Pengembangan Starlet kemudian sempat terhenti setelah pandemi berakhir. Stella dan tim kembali disibukkan dengan berbagai aktivitas di industri fashion.

Kesempatan untuk melanjutkan karakter tersebut muncul ketika Stella diajak Google berkolaborasi dalam eksplorasi fashion dan AI.

Ia kemudian tertarik untuk menghidupkan kembali Starlet dan mengembangkannya ke bentuk yang lebih luas. Karakter tersebut dibayangkan hadir dalam berbagai versi, mulai dari perubahan rambut, pakaian hingga usia, tetapi tetap dalam bentuk kartun.

“Kita mau bikin umurnya berbeda-beda, tapi berbentuk kartun. Aku jadi mau challenge juga myself dan ini adalah tools baru,” tuturnya.

Karakter Starlet Kenakan Busana dari Runway

Eksplorasi Starlet juga berkaitan dengan karya fashion Stella. Ia membayangkan karakter tersebut mengenakan berbagai busana yang sebelumnya telah ditampilkan di runway.

“Kita mencoba untuk bagaimana kalau misalnya semua Starlet ini bisa menggunakan baju-baju yang memang kita ada di runway. Kalau this cartoon can dress up di semua baju yang kita desain,” ujar Stella.

Pengembangan karakter tersebut tidak berhenti pada aspek visual. Stella juga membayangkan kehadiran perempuan-perempuan lain dalam konsep Starlet and Friends.

Salah satu hasil pengembangan tersebut diarahkan menjadi siniar. Melalui konsep itu, Stella ingin membawa pesan yang selama ini juga menjadi bagian dari brand-nya, yakni pemberdayaan perempuan.

Penggunaan karakter kartun dipilih agar para perempuan dapat menyampaikan suara dan pandangan tanpa harus selalu tampil secara langsung.

“Dengan karakter yang berupa kartun ini mereka bisa merepresentasikan suara tanpa kita juga tampil,” kata Stella.

Ia menambahkan, format kartun juga dapat membuat pembahasan mengenai isu serius terasa lebih ringan.

“Kalau ketika kita mau bahas sesuatu yang serius, dengan paket kartun itu akan lebih ringan rasanya,” tambahnya.

Pos terkait