Distribusi Air Batam Belum Normal, 319 Trip Mobil Tangki Disiapkan untuk Warga

BP Batam Siapkan 319 Trip Mobil Tangki

Untuk membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan pasokan air, BP Batam menyiagakan armada mobil tangki dengan target penyaluran sebanyak 319 trip pada Selasa (13/10/2026).

Penyaluran diprioritaskan untuk fasilitas kesehatan atau rumah sakit, rumah ibadah, serta permukiman yang masih mengalami gangguan pasokan air.

Bacaan Lainnya

Rencana distribusi mobil tangki dibagi ke dalam empat wilayah. Batu Aji dan sekitarnya mendapat alokasi 138 trip dengan 10 armada, sedangkan Nongsa dan sekitarnya memperoleh 100 trip dengan tujuh armada.

Selanjutnya, wilayah Tiban, Sekupang, dan Marina mendapat alokasi 40 trip dengan tiga armada. Sementara itu, Tanjung Uma dan sekitarnya memperoleh 41 trip dengan dua armada.

Dukungan mobil tangki ini disiapkan sebagai langkah sementara selama proses pemulihan jaringan berlangsung, terutama untuk kawasan yang membutuhkan waktu lebih lama agar tekanan air kembali normal.

Warga Diimbau Tidak Mengambil Air Langsung dari Waduk

BP Batam mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan waktu bagi proses normalisasi distribusi air. Pengisian jaringan pipa harus dilakukan secara bertahap agar tekanan tidak meningkat secara mendadak dan menimbulkan risiko kebocoran.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil air secara langsung dari Waduk Duriangkang, menyusul beredarnya rekaman aktivitas tersebut di media sosial. Selain berisiko terhadap keselamatan, pengambilan air secara langsung tanpa pengolahan tidak menjamin kualitas dan kehigienisan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Area waduk berada dalam pengawasan petugas keamanan. Masyarakat diharapkan menggunakan sumber air yang aman serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan pemulihan distribusi.

Denny menegaskan bahwa koordinasi dengan operator dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelayanan air minum di Batam.

“Kami terus berkoordinasi dengan mitra operator dan pihak terkait untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Kebutuhan air merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, pemantauan operasional, penanganan wilayah terdampak, dan dukungan distribusi melalui mobil tangki terus kami upayakan hingga pelayanan kembali normal,” tutup Denny. (*)

Pos terkait