Dorong Keamanan Energi Rumah Tangga, PGN Batam Edukasi Konsep “Segitiga Api”

PGN juga menekankan pentingnya penanganan awal saat terjadi kebocoran, yakni segera mematikan aliran gas dari katup utama, membuka ventilasi agar sirkulasi udara lancar, serta menghindari menyalakan api atau perangkat listrik yang dapat memicu percikan.

“Penanganan pertama setelah mengetahui ada kebocoran adalah mematikan aliran gas dan memastikan ruangan tidak tertutup. Prinsipnya sama seperti penggunaan gas tabung. Kita harus paham bagaimana gas bisa keluar dari ruangan dan bagaimana mencegah potensi kebakaran,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Dalam edukasi tersebut, PGN turut memperkenalkan konsep “segitiga api”, yakni tiga unsur yang menyebabkan terjadinya kebakaran: bahan bakar (gas), oksigen (udara), dan sumber panas atau api. Jika salah satu unsur dihilangkan, maka potensi kebakaran dapat dicegah.

Wendi menegaskan, dari sisi infrastruktur, PGN telah menerapkan standar keamanan jaringan distribusi, termasuk sistem pemantauan dan respons cepat jika terjadi gangguan pada jaringan luar. Namun demikian, peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci.

“PGN sudah berusaha mengamankan sistem dan jaringan. Tapi kalau masyarakat tidak peduli atau tidak memahami cara penggunaannya, risiko tetap ada. Karena itu, kami rutin melakukan sosialisasi agar pengguna tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi kondisi darurat,” katanya.

Dengan meningkatnya jumlah pelanggan gas bumi di Batam seiring pertumbuhan ekonomi dan kawasan permukiman, PGN berharap kesadaran kolektif terhadap keselamatan energi juga semakin kuat.

“Kalau kita sama-sama jaga, insya Allah penggunaan gas bumi akan tetap aman dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tutup Wendi. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *