“OJK menempatkan pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal sebagai prioritas strategis. Melalui TPAKD, kami memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha agar masyarakat lebih mudah mengakses pembiayaan formal,” ujar Hasan Fawzi dalam sambutannya.
Hasan menegaskan, digitalisasi bukan semata soal teknologi, tetapi tentang menciptakan keadilan ekonomi dan membuka kesempatan bagi semua lapisan masyarakat untuk tumbuh bersama.
Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi menyampaikan harapannya agar program ini menjadikan Kabupaten Malang sebagai role model nasional digitalisasi ekosistem sapi perah.
“Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” kata Sanusi.
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang mencatat hingga Juni 2025 terdapat 85.820 ekor sapi perah dengan total produksi mencapai 75.568,68 ton susu, yang menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 12 ribu peternak tergabung dalam KUD dan kelompok ternak rakyat.
Adi Budiarso dari Kementerian Keuangan menambahkan, pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem pembiayaan sektor riil, termasuk peternakan sapi perah, melalui kebijakan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Digitalisasi ekosistem peternakan sapi perah di Malang ini harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar proyek. Inisiatif ini bisa menjadi model yang direplikasi di daerah lain,” tegasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan Kick Off On-Boarding Fase 1, turut digelar Focused Group Discussion (FGD) bertema “Meningkatkan Kualitas Ekosistem Sapi Perah Melalui Akses Keuangan dan Transformasi Digital” dengan menghadirkan narasumber dari ILO, SECO, Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, dan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS).
Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke industri sapi perah di wilayah Malang untuk meninjau praktik usaha dan menggali potensi kerja sama berbasis teknologi serta inklusi keuangan.
Melalui transformasi digital berbasis ERP ini, OJK bersama mitra strategis berkomitmen memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui integrasi data, perluasan akses pembiayaan, dan inovasi keuangan digital, guna meningkatkan daya saing koperasi dan pelaku UMKM di sektor peternakan nasional.(***)










