Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengapresiasi kehadiran kapal buku terapung tersebut karena dinilai memperkaya pilihan wisata sekaligus menghadirkan manfaat edukatif bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kehadiran Doulos Hope di Batam. Selain menghadirkan pengalaman edukatif melalui buku, kunjungan ini turut memperkaya pilihan wisata dan memperkenalkan potensi Batam sebagai kota yang terbuka terhadap kunjungan internasional,” ujarnya.
Menurut Ariastuty, kehadiran kapal tersebut menjadi bagian dari pengalaman baru yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus memperlihatkan peluang pengembangan wisata di Batam.
Kunjungan kapal internasional dengan konsep yang unik juga membuka ruang bagi pengembangan aktivitas wisata yang lebih beragam. Dengan dukungan fasilitas pelabuhan dan pengelolaan kunjungan yang baik, potensi maritim dapat diterjemahkan menjadi pengalaman yang memberikan manfaat lebih luas bagi pengunjung.
Merawat Literasi, Memperkaya Pengalaman Wisata
Di tengah perkembangan teknologi digital dan semakin mudahnya akses informasi melalui gawai, kehadiran perpustakaan fisik di atas kapal menawarkan pengalaman tersendiri. Pengunjung memiliki kesempatan untuk kembali berinteraksi dengan buku secara langsung, menjelajahi koleksi bacaan, dan menemukan pengetahuan melalui pengalaman yang lebih personal.
Perpaduan antara kapal, buku, dan keberagaman kru internasional juga memberikan dimensi budaya pada kegiatan wisata tersebut. Setiap kunjungan berpotensi menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan masyarakat lokal dengan pengalaman dari berbagai negara.
