Drama Adu Penalti! Garudayaksa FC Juara Liga 2 Usai Tumbangkan PSS Sleman

Sementara, Widjono Hardjanto  berharap keberhasilan Garudayaksa FC menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan membawa semangat kebangkitan sepak bola nasional.

“Semoga Garudayaksa terus terbang tinggi membawa semangat baru bagi sepak bola Indonesia dan siap bersaing di kasta tertinggi Super League musim depan,” tambah Widjono Hardjanto.

Bacaan Lainnya

Dalam pertandingan final, Garudayaksa FC tampil agresif sejak awal laga. Tim dengan julukan “Spirit of Garuda” berhasil unggul lebih dulu lewat sundulan Kelilauw pada menit ke-23 sebelum Everton menggandakan keunggulan melalui titik penalti pada menit ke-35.

Namun PSS Sleman bangkit di babak kedua lewat dua gol Gustavo Tocantins, termasuk gol dramatis di masa injury time yang memaksa pertandingan berlanjut ke extra time dan adu penalti.

Pada babak tos-tosan, kiper Garudayaksa Yuwanto Beny tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan penalti terakhir Gustavo Tocantins dan memastikan kemenangan 4-3 untuk Garudayaksa FC.

Selain gelar juara, kompetisi Liga 2 musim ini juga menghadirkan sejumlah penghargaan individu. Pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, dinobatkan sebagai pelatih terbaik setelah membawa timnya tampil impresif sepanjang musim.

Sementara, gelar pemain terbaik diraih Gustavo Tocantins dari PSS Sleman, sedangkan top skor menjadi milik Adilson Silva dari Adhyaksa FC dengan koleksi 26 gol. Penghargaan pemain muda terbaik diberikan kepada Ikram Al Giffari dari FC Bekasi City.

Keberhasilan Garudayaksa FC menjuarai Liga 2 dinilai menjadi sinyal kebangkitan klub-klub baru dengan sistem pembinaan modern yang serius membangun masa depan sepak bola Indonesia.(****)

Pos terkait