Ketidakpastian yang berkepanjangan meningkatkan volatilitas pasar dan menimbulkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Dunia kini menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, stabilitas fiskal, dan daya beli masyarakat.
“Ketika energi menjadi mahal, semua sektor terdampak. Industri menahan ekspansi, konsumsi masyarakat menurun, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi global ikut tertekan,” jelas Osman.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, arus investasi internasional ikut terdampak. Sejumlah pelaku usaha menilai investor kini lebih berhati-hati dan cenderung mengambil sikap wait and see sebelum menanamkan modalnya.
Ketidakpastian geopolitik membuat investor memprioritaskan negara dengan stabilitas regulasi, kepastian hukum, dan kebijakan yang pro-bisnis. Dalam kondisi seperti ini, daya saing kawasan investasi menjadi faktor krusial.
Osman menegaskan bahwa momentum ketidakpastian global seharusnya menjadi peringatan bagi daerah-daerah yang mengandalkan investasi, termasuk Batam. Ia menilai kepastian hukum bagi investor harus menjadi prioritas utama agar Batam tetap kompetitif di tengah persaingan global.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah aturan dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada investor dan berpotensi merugikan dunia usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.
“Investor membutuhkan kepastian dan stabilitas regulasi. Jika aturan sering berubah atau tidak memberikan kepastian hukum, investor akan memilih negara atau daerah lain yang lebih kondusif,” tegasnya.
Osman berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat sinergi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih ramah, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai langkah tersebut penting agar Batam mampu tetap menarik arus investasi di tengah tekanan geopolitik global.
Ke depan, Osman menilai dunia akan memasuki era energi yang semakin kompleks, di mana faktor geopolitik, transisi energi, dan stabilitas ekonomi saling berkaitan erat.
“Ketika dunia menghadapi krisis energi, daerah yang mampu memberikan kepastian dan kemudahan investasi justru berpeluang besar menjadi tujuan baru investor global,” pungkasnya.
Situasi global yang penuh ketidakpastian ini menjadi pengingat bahwa stabilitas kebijakan dan kepastian hukum bukan hanya kebutuhan domestik, melainkan faktor strategis untuk menjaga daya tarik investasi di tingkat internasional. (Iman Suryanto)
