Efisiensi dan Daya Saing, Batam Menuju Era Kota Berbasis Gas

Ilustrasi Jaringan Gas di Batam
Ilustrasi Jaringan Gas di Batam

KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Senior Analyst I Regional General Affairs Sales and Operation I (SOR I) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Riza Buana, menegaskan pentingnya transformasi Kota Batam sebagai kota berbasis gas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Menurut Riza disela-sela buka puasa bersama awak media pada Jumat (27/2/2026) malam di Ibis Hotel Batam menyatakan bahwa, Kota Batam memiliki peluang besar menjadi role model nasional dalam pengembangan kota energi bersih.

Bacaan Lainnya

Pemerintah disebut mendorong Batam sebagai kota percontohan berbasis gas, sebuah konsep yang dinilai strategis untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperkuat daya saing kawasan industri.

“Ini bukan sekadar program jaringan gas biasa, tetapi transformasi menyeluruh. Batam diarahkan menjadi kota berbasis gas, dari sektor rumah tangga, komersial, industri hingga transportasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fondasi transformasi tersebut sebenarnya telah dimulai sejak satu dekade lalu. Sejak 2015, PGN memperluas jaringan gas di Batam. Pada 2017, penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) untuk kendaraan mulai berjalan.

Selain itu, pemanfaatan gas bumi untuk restoran, hotel, dan sektor komersial juga berkembang melalui jaringan pipa maupun skema non-pipa.

Riza menilai, ekosistem gas di Batam kini semakin lengkap. Gas tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung operasional industri dan transportasi. Hal ini dinilai menjadi modal kuat dalam mewujudkan Batam sebagai kota energi modern.

Transformasi ini, lanjutnya, memiliki dampak ekonomi signifikan. Penggunaan gas bumi yang lebih efisien dapat menekan biaya energi pelaku usaha, mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, serta berpotensi mengurangi beban subsidi energi negara.

Selain itu, Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan strategis akan semakin kompetitif jika didukung sistem energi yang stabil dan terjangkau. PGN menargetkan berbagai program pengembangan infrastruktur gas terus berjalan hingga 2030.

Riza berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk menyukseskan agenda transformasi tersebut.

“Batam punya peluang besar menjadi kota berbasis gas pertama yang terintegrasi. Ini bukan hanya tentang energi, tapi tentang masa depan ekonomi daerah,” tegasnya.(Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *