Ekonomi RI Tumbuh 5,3 Persen, Investasi Gantikan Peran Konsumsi sebagai Penggerak Utama

Bank Danamon mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal II 2026 mencapai sekitar Rp512 triliun, yang menunjukkan tren positif meski kondisi investasi domestik masih menghadapi sejumlah tantangan. Pertumbuhan investasi tersebut juga tercermin dari meningkatnya impor barang modal.

Dari sisi lapangan usaha, perlambatan pertumbuhan terutama terjadi pada sektor manufaktur. Kontribusi sektor ini turun menjadi 0,90 ppt dari 1,03 ppt pada kuartal sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya, sektor konstruksi dan perdagangan masih memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kontribusi sektor konstruksi meningkat menjadi 0,62 ppt dari 0,53 ppt, sedangkan perdagangan naik tipis menjadi 0,83 ppt dari 0,82 ppt.

Sementara itu, sektor pertambangan menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan dengan kontraksi 1,64 persen (yoy), antara lain akibat pembatasan produksi.

Di sisi lain, sektor listrik dan gas, akomodasi dan makanan minuman, serta informasi dan komunikasi masih mencatat pertumbuhan yang relatif tinggi dan menjadi penopang aktivitas ekonomi nasional.

Memasuki semester II 2026, Bank Danamon memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan sedikit melambat seiring normalisasi belanja fiskal pemerintah. Meski demikian, pemerintah diperkirakan tetap menjadi salah satu penopang utama permintaan domestik dengan kontribusi yang lebih moderat dibandingkan semester pertama tahun ini.

Secara keseluruhan, Bank Danamon memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada di kisaran 5,2 persen, ditopang oleh investasi yang tetap solid serta aktivitas ekonomi domestik yang terjaga.

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait