Secara akumulatif, jumlah WNA pria mencapai 5.651 orang, sementara WNA perempuan sebanyak 4.412 orang, sehingga total keseluruhan mencapai 10.063 WNA dalam kurun waktu empat hari.
Masuknya ribuan WNA tersebut memberikan dampak ekonomi yang luas. Sektor perhotelan, transportasi, pusat perbelanjaan, restoran, hingga destinasi wisata mengalami peningkatan tingkat kunjungan yang signifikan.
Pelaku usaha perhotelan di Batam melaporkan tingkat hunian kamar meningkat tajam, terutama pada 24 dan 25 Desember. Restoran dan pusat kuliner juga merasakan lonjakan omzet, seiring meningkatnya konsumsi wisatawan asing.
Selain itu, sektor transportasi laut dan udara turut merasakan dampak positif, khususnya pada jalur internasional Batam–Singapura dan Batam–Malaysia yang menjadi rute favorit wisatawan.
Menurut Kharisma, WNA asal Singapura dan Malaysia masih mendominasi kunjungan ke Batam. Faktor kedekatan geografis, kemudahan akses transportasi, serta daya tarik wisata belanja dan kuliner menjadi alasan utama Batam dipilih sebagai tujuan liburan akhir tahun.
“Batam memiliki keunggulan sebagai kawasan strategis yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Momentum libur Natal dan akhir tahun ini dimanfaatkan wisatawan untuk berkunjung,” jelasnya.
Lonjakan kunjungan WNA ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Batam di penghujung 2025. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat terus menjaga kelancaran pelayanan, keamanan, serta kenyamanan wisatawan agar tren positif ini berlanjut ke tahun berikutnya.
Dengan arus wisatawan mancanegara yang terus meningkat, Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu gerbang ekonomi dan pariwisata internasional Indonesia di wilayah barat.(Iman Suryanto)










