Tahap kedua dikirim pada 27 Agustus 2026 sebanyak 9,7 ton, berupa bahan pangan pokok dan air mineral.
Sementara itu, bantuan tahap ketiga dikirim pada Senin (31/8/2026) sebanyak 14,3 ton. Bantuan tersebut terdiri atas tenda, velbed, generator set (genset), tambahan obat-obatan, dan makanan siap saji.
Denny menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas bencana yang terjadi di Flores. Menurutnya, dampak gempa tidak hanya berupa kerusakan fisik, tetapi juga menimbulkan kehilangan besar bagi banyak keluarga di wilayah terdampak.
“Bank Indonesia berharap masyarakat di NTT senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan untuk menghadapi situasi sulit serta proses pemulihan setelah bencana,” ujarnya.
Penyaluran bantuan BI dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara, serta Badan Perwakilan Pemerintah Provinsi NTT.
Lebih dari 2.000 Ton Logistik Disalurkan
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan lebih dari 2.000 ton logistik bantuan bencana telah diterima di gudang logistik BNPB Halim Perdanakusuma.
Dari jumlah tersebut, sekitar 98 persen telah disalurkan ke lapangan.
Distribusi bantuan dilakukan dengan dukungan TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut. Pengiriman juga dilakukan secara langsung menggunakan truk menuju kabupaten tujuan agar proses distribusi dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terpusat di satu lokasi.
“Bantuan tersebut bukan sekadar pengiriman logistik, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dan berbagai institusi untuk memberikan harapan kepada masyarakat NTT,” kata Raditya.
Kepala Penghubung Provinsi NTT Florida Taty Setyawati menambahkan, kondisi topografi wilayah terdampak menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi bantuan.
Karena itu, strategi pengiriman langsung ke titik-titik terdampak dinilai dapat mempercepat akses masyarakat terhadap bantuan yang dibutuhkan.
Bantuan BI, termasuk generator set atau genset, dinilai turut membantu masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.
Sinergi Pemulihan Terus Diperkuat
Denny menegaskan proses pemulihan pascabencana di NTT tidak akan berlangsung dalam waktu singkat.
Karena itu, sinergi antara otoritas moneter, pemerintah, TNI, dan pemerintah daerah perlu terus dipertahankan hingga masyarakat NTT dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari secara normal.
BI memastikan koordinasi dengan kantor perwakilan di wilayah NTT terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan uang tunai sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama masa pemulihan pascagempa.
SUMBER: BISNIS INDONESIA
