KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam optimistis mampu merealisasikan target investasi sebesar Rp70 triliun sepanjang 2026.
Optimisme tersebut didukung kinerja ekonomi Batam yang terus menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan mencapai 7,28 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan optimisme tersebut saat menghadiri Anugerah Investasi 2026 yang digelar di Grand Mercure Batam, Jumat (30/10/2026) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bakti BP Batam ke-55 itu mengusung tema The Rise of Bandar Dunia Madani: Merawat Kepercayaan, Merayakan Transformasi.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa Batam memiliki keunggulan strategis yang harus dimaksimalkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Meski memiliki keterbatasan sumber daya alam, Batam dianugerahi posisi geografis dan geostrategis yang sangat potensial.
Menurutnya, keunggulan tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah menetapkan Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ).
“Batam ini adalah negeri yang ditakdirkan memiliki keterbatasan sumber daya alam. Tetapi pada sisi lain, Batam memiliki posisi geografis dan geostrategis yang luar biasa. Karena itu, yang kita perlukan adalah bagaimana menciptakan nilai tambah dari posisi strategis tersebut,” ujarnya.
Amsakar menilai, Batam harus mengambil peran lebih besar sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi salah satu pusat investasi strategis Indonesia.
