Imlek dan Doa dalam Diam, Pantangan-Pantangan yang Diyakini Membawa Keberuntungan

Jaga Ucapan, Pilih Kata yang Membawa Harapan
Kata-kata dipercaya memiliki kekuatan membentuk takdir. Ungkapan bernuansa negatif seperti sakit, miskin, atau mati sebisa mungkin dihindari. Bahkan kata yang terdengar mirip dengan makna buruk pun dijauhi.
Sebaliknya, salam-salam penuh doa seperti “Gong Xi Fa Cai” digaungkan, sebagai harapan akan kemakmuran dan kesuksesan di tahun yang baru.

Jangan Pecahkan Barang
Memecahkan piring atau gelas dianggap pertanda kurang baik. Namun bila terjadi tanpa sengaja, pecahannya biasanya ditutup kertas merah sambil mengucap doa agar kejadian tersebut berubah menjadi simbol keselamatan sepanjang tahun.

Bacaan Lainnya

Hindari Pinjam-Meminjam Uang
Transaksi utang piutang saat Imlek dipercaya bisa mengganggu aliran rezeki. Memberi pinjaman dianggap melepas kekayaan sendiri, sementara meminjam melambangkan kesulitan keuangan di masa depan. Karena itu, banyak orang berusaha melunasi kewajiban sebelum malam pergantian tahun.
Angpao atau hongbao pun punya aturan tersendiri: hanya diberikan dari yang lebih tua kepada yang lebih muda, dan biasanya berisi nominal genap—kecuali angka empat yang dihindari karena bunyinya menyerupai kata “kematian”.

Jangan Sarapan Bubur di Hari Pertama
Bubur nasi putih secara tradisional dikaitkan dengan kemiskinan. Untuk menyambut Imlek, keluarga memilih menu bermakna simbolis seperti pangsit (lambang kekayaan), ikan (kelimpahan), dan kue keranjang atau niangao yang melambangkan peningkatan rezeki.

Tunda Potong Rambut
Kata “rambut” terdengar sama dengan kata “makmur” dalam bahasa Mandarin. Karena itu, memotong rambut di hari-hari awal Imlek dipercaya dapat memutus keberuntungan. Banyak orang menunggu hingga hari kelima atau beberapa minggu setelahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *