Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini Kolaborasi Perkuat Komoditas Sawit dan Kakao

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pengembangan sawit dan kakao yang tidak hanya memperhatikan aspek lingkungan, tetapi juga ekonomi dan sosial masyarakat.

Nani mengatakan, Indonesia sebelumnya telah menjalankan sejumlah proyek bersama negara lain untuk mendukung keberlanjutan komoditas sawit dan kakao. Meskipun sebagian proyek masih berskala terbatas, program tersebut dinilai telah memberikan dampak bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Bahwa ada juga project-project yang sudah dilakukan walaupun tidak besar skalanya tapi memberi dampak kepada masyarakat. Jadi di sini yang di-highlight adalah bukan hanya environment atau ekonomi, tapi juga sosial,” tutur Nani.

Menurutnya, keberlanjutan komoditas strategis tidak dapat hanya dilihat dari aspek lingkungan atau peningkatan produksi. Kesejahteraan masyarakat dan petani yang terlibat dalam rantai produksi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kedua komoditas tersebut.

Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Pangan berharap Regional Learning Forum dapat menjadi ruang bagi negara-negara peserta untuk saling bertukar pengetahuan dan best practices dalam mengembangkan sawit dan kakao secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia bersama Papua Nugini dan Malaysia diharapkan dapat memperkuat pengelolaan komoditas strategis di kawasan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan manfaat ekonomi yang lebih luas.

SUMBER: KOMPAS

Pos terkait