KABAREKONOMI.CO.ID, Tanjungpinang – Tekanan harga di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali meningkat pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,38 persen pada Mei 2026 dibandingkan April 2026.
Kepala BPS Provinsi Kepri, Toto Haryanto Silitonga berdasrkan lamaan YouTube Live-nya pada Selasa (2/6/2026) siang, menjelaskan bahwa, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi selama bulan Mei.
Berdasarkan data BPS, kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan inflasi mencapai 1,27 persen dan memberikan kontribusi sebesar 0,37 poin terhadap inflasi umum Kepri.
Selain itu, kelompok Transportasi mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dengan andil 0,03 poin, disusul kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran yang mengalami inflasi 0,30 persen dengan andil 0,03 poin.
Sementara itu, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mencatat inflasi sebesar 0,20 persen dengan kontribusi 0,03 poin, sedangkan kelompok Pakaian dan Alas Kaki mengalami inflasi 0,15 persen.
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan harga atau deflasi. Kelompok Kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,02 persen, sementara kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat deflasi cukup dalam yakni 1,35 persen dengan andil negatif sebesar 0,10 poin terhadap inflasi umum.
Dari sisi komoditas, cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2026 dengan andil mencapai 0,14 poin. Kenaikan harga cabai merah diikuti oleh tomat yang memberikan andil 0,09 poin, serta sawi hijau dan ketimun yang masing-masing menyumbang 0,06 poin.
