Inovasi Bank Indonesia: Limbah Uang Disulap Jadi Cendera Mata dan Listrik

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh BI dalam menciptakan sistem pengelolaan uang yang ramah lingkungan, mulai dari proses pencetakan, distribusi, hingga pemusnahan. Inovasi tersebut bahkan telah mendapat pengakuan global melalui penghargaan International Association of Currency Affairs (IACA) Award 2026.

Di tingkat internasional, tren serupa juga dilakukan sejumlah bank sentral. Bank Negara Malaysia mengolah limbah uang menjadi produk kreatif, sementara Bank of Thailand menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama guna memperpanjang usia edar uang dan mengurangi frekuensi pencetakan ulang.

Bacaan Lainnya

Berbagai praktik terbaik tersebut menjadi bagian dari diskusi dalam forum BRIDGE 2026, yang digelar BI sebagai bagian dari rangkaian FERBI 2026. Forum internasional ini diikuti oleh bank sentral dan otoritas moneter dari India, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Papua Nugini, serta pelaku industri uang tunai global.

Transformasi ini menegaskan bahwa pengelolaan mata uang kini tidak hanya berfokus pada stabilitas ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan penciptaan nilai ekonomi baru. Dengan langkah ini, Rupiah tidak hanya menjadi simbol kedaulatan negara, tetapi juga instrumen inovasi dalam mendukung ekonomi hijau Indonesia. (**)

Pos terkait