International Jazz Day Batam. ‘Satu Panggung, Banyak Negara’

Puncak acara akan menampilkan Sausan, mahasiswi Politeknik Batam yang dikenal lewat program Jazzelasa, serta Roadroots, band binaan BJS yang tumbuh bersama komunitas. Penutup festival menghadirkan kolaborasi lintas negara: Nita Aartsen dari Bali bersama Pong Nakornchai dari Thailand, Alexander, dan Brandon.

Kehadiran musisi internasional memberi efek multiplikasi ekonomi, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro. Event musik berskala global seperti ini juga memperkuat citra Batam sebagai destinasi wisata kreatif di kawasan perbatasan.

Bacaan Lainnya

Pelaku industri kreatif menilai festival musik memiliki dampak ekonomi berlapis. Selain menciptakan lapangan kerja temporer, acara ini juga meningkatkan konsumsi lokal dan memperluas promosi Batam sebagai destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

BJS menegaskan bahwa International Jazz Day 2026 di Batam bukan hanya tentang hiburan, tetapi perayaan identitas, kolaborasi, dan regenerasi. Komunitas jazz di Batam telah menjadi wadah pembinaan talenta muda sekaligus jembatan menuju panggung internasional.

“Jazz bukan sekadar musik, tetapi gerakan. Batam adalah bagian dari gerakan itu,” tutup Ryan.

Dengan kolaborasi lintas negara dan partisipasi komunitas lokal, International Jazz Day 2026 menjadi bukti bahwa musik dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus diplomasi budaya dari Batam untuk dunia. (IMAN)

Pos terkait