Investasi Batam Melonjak 62,75 Persen, Sektor Teknologi Tinggi Jadi Penggerak

PMDN dan Investor Global Semakin Menguat

Perubahan juga terjadi pada struktur penanaman modal di Batam. Jika sebelumnya rasio investasi asing dan domestik berada di kisaran 80:20, kini kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 53,7 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar 40 persen.

Dendi menilai menguatnya PMDN menunjukkan semakin berkembangnya pengusaha lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok industri di Batam.

Bacaan Lainnya

“Ini menunjukkan ekosistem pengusaha lokal mampu bertumbuh kuat menjadi rantai pasok yang menyokong investasi asing,” katanya.

Kepercayaan investor global terhadap Batam juga semakin meluas. Dari enam negara investor utama Batam, terdapat dua pemain baru, yakni Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Selain itu, investor asal Jepang kembali menunjukkan minat terhadap Batam setelah belasan tahun tidak menjadi bagian dominan dalam arus investasi.

BP Batam Percepat Pembangunan Infrastruktur

Meningkatnya investasi juga mendorong BP Batam memperkuat infrastruktur pendukung guna menjaga daya saing kawasan.

Pada 2026, BP Batam memprioritaskan penanganan 133 titik banjir, 13 titik kemacetan, 12 kegiatan penataan estetika, serta 18 area prioritas atau stress area Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Dari 18 stress area tersebut, sebanyak 11 area telah ditangani melalui delapan paket pembangunan dan tiga kegiatan Detail Engineering Design (DED).

BP Batam juga menjalankan delapan paket pembangunan pendukung, termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 50 liter per detik di Sei Ladi serta perluasan jaringan distribusi di sejumlah wilayah prioritas.

Di sisi konektivitas logistik, direct call internasional dari Pelabuhan Batu Ampar meningkat hingga 212 persen.

Melalui berbagai langkah tersebut, BP Batam menargetkan tujuh stress area SPAM yang tersisa dapat segera ditangani. Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu berjalan beriringan dengan pertumbuhan investasi, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas layanan di Batam.

Pos terkait