Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Amsakar-Li Claudia Dorong Ekonomi dari Infrastruktur

Kepemimpinan Turun ke Lapangan

Percepatan pembangunan tersebut juga tidak lepas dari pola kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Bacaan Lainnya

Keduanya dinilai mengedepankan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada pekerjaan administratif dari balik meja, tetapi juga dengan melihat langsung kondisi di lapangan.

Amsakar kerap menekankan pentingnya memastikan pekerjaan pembangunan memberikan manfaat nyata. Sementara Li Claudia membawa pendekatan yang memadukan ketegasan terhadap aturan dengan komunikasi langsung bersama masyarakat.

Sebagai perempuan pertama yang memimpin Batam bersama Kepala BP Batam, Li Claudia juga disebut aktif turun melihat kondisi infrastruktur serta mendengarkan aspirasi masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan kepentingan dunia usaha, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Kami ingin Batam menjadi tempat yang memberikan kepastian untuk tumbuh, ruang bagi dunia usaha untuk berkembang, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujar Li Claudia.

Kepastian tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan memperebutkan investasi, terutama ketika kota-kota di kawasan regional maupun negara lain sama-sama berupaya menawarkan kemudahan dan daya saing kepada investor.

Dari Manufaktur hingga Ekonomi Digital

Dengan posisi strategisnya, Batam kini tidak lagi hanya mengandalkan sektor manufaktur konvensional. Ekosistem ekonomi yang dikembangkan semakin beragam, mulai dari manufaktur berteknologi tinggi, digital, pusat data, artificial intelligence, energi, logistik internasional, kedirgantaraan, perdagangan dan keuangan internasional hingga pariwisata kesehatan.

Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas investasi sekaligus memperluas basis ekonomi Batam.

Dalam konteks tersebut, infrastruktur menjadi fondasi, konektivitas menjadi pengikat, pelayanan dan kepastian berusaha menjadi penguat, sedangkan investasi menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi.

Pos terkait