Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Amsakar-Li Claudia Dorong Ekonomi dari Infrastruktur

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Pertumbuhan ekonomi Batam memasuki fase yang semakin agresif. Infrastruktur diperkuat, investasi dikebut, sementara penyerapan tenaga kerja menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi mulai memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

Hingga semester I-2026, investasi Batam berdasarkan metode bottom-up Badan Pengusahaan (BP) Batam telah mencapai Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target investasi sepanjang 2026 sebesar Rp70 triliun.

Bacaan Lainnya

Capaian tersebut tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam mencapai Rp29,89 triliun, terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.

Namun, pertumbuhan investasi tersebut tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk. Dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting untuk melihat seberapa jauh investasi diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi.

Pada semester I-2026, jumlah tenaga kerja di Batam tercatat mencapai 40.943 orang. Angka itu meningkat dari 30.979 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan demikian, terdapat tambahan 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pembangunan ekonomi Batam tidak boleh berhenti pada pencapaian angka investasi. Menurut dia, modal yang masuk harus mampu bergerak menjadi proyek, memperluas industri, menciptakan lapangan kerja dan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” ujar Amsakar, Sabtu (29/8/2026).

Pos terkait