Investasi Melesat, Batam Menuju Pusat Ekonomi Global di Era Pemerintahan Prabowo

Upaya pemerintah tersebut juga tercermin dari kinerja ekonomi Batam yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BP Batam, nilai ekspor Batam pada semester pertama tahun 2025 mencapai USD 9,6 miliar, meningkat 27,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja impor pun menunjukkan tren serupa, dengan kenaikan 29,8% menjadi USD 7,2 miliar. Peningkatan tersebut menjadi indikasi meningkatnya aktivitas industri, perdagangan, dan kapasitas produksi di wilayah Batam.

Bacaan Lainnya

“Pertumbuhan ekspor-impor ini adalah bukti nyata bahwa daya saing Batam semakin kuat. Investor melihat potensi besar, baik dari sisi infrastruktur, logistik, maupun tenaga kerja,” jelas Fary.

BP Batam juga terus memperkuat konektivitas logistik dan digitalisasi layanan perizinan. Berbagai proyek strategis tengah digulirkan, mulai dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga perluasan Pelabuhan Batu Ampar sebagai pusat kegiatan ekspor-impor modern.

Pertemuan antara BP Batam dan Senator Negara Bagian Arizona ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di bidang investasi, teknologi, serta industri manufaktur berorientasi ekspor.

Delegasi Arizona menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki potensi kerja sama dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, logistik, dan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri di Batam.

“Hubungan baik antara Indonesia dan Amerika Serikat diharapkan semakin kuat melalui kerja sama yang saling menguntungkan. Batam siap menjadi jembatan investasi antara kedua negara,” ujar Fary.

Pemerintah pusat menaruh harapan besar terhadap Batam sebagai salah satu ikon baru pembangunan ekonomi nasional. Dengan dukungan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto, BP Batam terus berupaya menarik investor global melalui penyediaan layanan yang cepat, transparan, dan kompetitif.

Fary menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan Batam sebagai “Global Investment Destination” — kota industri dan perdagangan yang berdaya saing tinggi, modern, dan berkelanjutan.

“Kami tidak hanya ingin Batam menjadi pintu investasi bagi Indonesia, tetapi juga menjadi contoh sukses bagaimana kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tutup Fary.(**)

Pos terkait