Kapasitas tersebut direncanakan meningkat menjadi 120 LPS pada triwulan pertama 2027.
Dengan kombinasi sumber air tersebut, pengelola berharap kebutuhan air bersih kawasan industri dapat dipenuhi secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Amsakar: SWRO Jadi Jawaban Kebutuhan Air Industri Data Center
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik dimulainya pembangunan fasilitas SWRO tersebut.
Ia mengatakan, penyediaan air bersih merupakan salah satu komitmen penting dalam kerja sama pengembangan industri data center di Batam. BP Batam mengharapkan kebutuhan air untuk kegiatan industri tersebut dapat dipenuhi melalui fasilitas yang dibangun oleh mitra investasi.
“BP Batam dan Pemerintah Kota Batam sesungguhnya sudah tidak sabar lagi ingin melihat realisasi pembangunan SWRO ini. Dalam klausul kerja sama kita, baik dengan Dewan, Ekuator maupun Nongsa Digital Park, terdapat komitmen agar kebutuhan air bersih untuk data center dipenuhi oleh mitra kita sendiri,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, pembangunan tahap pertama dengan kapasitas 300 LPS ditargetkan rampung pada Oktober atau November 2027.
Amsakar berharap proyek tersebut dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat keandalan pasokan air bersih di Batam, sekaligus menjawab kebutuhan infrastruktur industri yang terus berkembang.
Ia juga menyoroti berbagai informasi yang berkembang di masyarakat mengenai penyusutan debit air waduk yang dikaitkan dengan aktivitas data center.
Menurut Amsakar, pembangunan fasilitas SWRO ini menunjukkan bahwa investor telah menyiapkan sumber air alternatif untuk mendukung operasional industri mereka.
