Fary menegaskan, untuk saat ini BP Batam masih memprioritaskan penyelesaian aspek pembangunan. Adapun pola pengelolaan rumah sakit dan fasilitas setelah pembangunan akan dibahas pada tahapan berikutnya.
“Untuk sekarang kita konsentrasi selesaikan dulu pembangunannya. Kalau pengelolaan nanti akan diurutkan,” ujarnya.
Dengan masuknya proyek tersebut ke dalam daftar ready to invest, BP Batam berharap realisasi investasi sektor kesehatan dapat memberikan tambahan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas diversifikasi investasi Batam.
Selain nilai investasi yang mencapai sekitar Rp1,7 triliun, proyek ini juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi turunan melalui kebutuhan konstruksi, jasa pendukung, tenaga kerja, serta ekosistem layanan kesehatan setelah rumah sakit beroperasi. (Iman)
