KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan jumlah investor pasar modal di daerah tersebut lebih dari 50 persen secara year to date (YTD).
Pertumbuhan ini menunjukkan partisipasi masyarakat Kepri dalam investasi pasar modal terus meningkat di tengah dinamika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kepala Wilayah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kepulauan Riau, Indra Novita, S.S., M.M., mengatakan pertumbuhan investor di Kepri sejalan dengan tren nasional yang juga mencatat kenaikan sekitar 52 persen.
Menurut Indra, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa minat masyarakat terhadap pasar modal semakin berkembang.
BEI Kepri pun terus mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat dapat memahami investasi secara lebih baik dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat.
“Untuk Kepri sendiri, year to date sudah ada pertumbuhan sekitar 50 persen lebih. Secara nasional sekitar 52 persen. Artinya, Kepri juga tidak ketinggalan untuk mengejar pertumbuhan investor seperti skala nasional,” ujar Indra.
Di tengah peningkatan jumlah investor, pasar modal Indonesia sempat menghadapi tekanan setelah muncul pernyataan dari penyedia indeks global, MSCI. Situasi tersebut memicu kekhawatiran sebagian pelaku pasar dan turut memengaruhi pergerakan IHSG.
Indra menjelaskan, MSCI merupakan penyedia indeks global yang menjadi salah satu acuan penting bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, setiap pernyataan yang berkaitan dengan pasar modal Indonesia dapat memengaruhi persepsi dan keputusan investasi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pergerakan IHSG tidak semata-mata dipengaruhi oleh perkembangan terkait MSCI.
