Isu ketenagakerjaan menjadi salah satu topik paling menonjol dalam diskusi. Pelaku usaha menilai peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Tingkat pengangguran terbuka, kesiapan tenaga kerja, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri menjadi perhatian bersama. Pemerintah dan pelaku usaha sepakat bahwa penguatan pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi kunci menjaga daya saing Batam.
BP Batam menilai kesiapan SDM merupakan faktor fundamental dalam menarik investasi baru sekaligus mempertahankan investor yang sudah ada. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dinilai harus semakin diperkuat.
Hal senada juga diungkapkan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. Pihaknya menjelaskan bahwa, forum ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi usaha, perwakilan industri maritim, hingga tokoh masyarakat seperti Asman Abnur. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem investasi Batam.
Menurut Ariastuty, pelaku usaha memberikan apresiasi terhadap sejumlah perbaikan yang telah dilakukan BP Batam, khususnya dalam penyederhanaan perizinan. Meski demikian, masih terdapat beberapa proses yang membutuhkan koordinasi lanjutan dengan kementerian di tingkat pusat.
“Saat ini perizinan sudah jauh lebih lancar, namun masih ada sekitar 10 kementerian yang proses koordinasinya belum sepenuhnya selesai. Kami meminta waktu untuk menuntaskan hal tersebut,” jelasnya.
Ia juga menyoroti percepatan layanan perizinan yang kini semakin efisien. Proses Rencana Pengelolaan Kawasan Peruntukan Lain (RPKPL) kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 29 hari, sementara Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dapat diproses dalam waktu sekitar 14 hari.
Percepatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor serta mempercepat realisasi proyek investasi di Batam.
Diskusi strategis ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Batam. Dengan mendengar langsung tantangan yang dihadapi sektor usaha, BP Batam berharap dapat menyusun kebijakan yang lebih adaptif, responsif, dan pro-investasi.
