Jepang Kirim Kapal JS Kunisaki dan 3 Helikopter untuk Bantu Pemadaman Karhutla

Karhutla Kalimantan Meluas

Pengerahan bantuan Jepang dilakukan ketika kondisi karhutla di Kalimantan membutuhkan penanganan cepat.

Kebakaran dipicu oleh menguatnya pola El Nino dan musim kemarau berkepanjangan yang membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Bacaan Lainnya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, khusus di Kalimantan Barat, luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 38.310,89 hektare.

Sementara itu, pemantauan satelit Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan tingginya jumlah titik panas (hotspot).

Sumatra Selatan tercatat memiliki 1.429 titik panas, disusul Kalimantan Barat sebanyak 1.226 titik dan Kalimantan Tengah dengan 811 titik.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga menimbulkan persoalan kesehatan bagi masyarakat.

Kabut asap yang pekat bahkan membuat indeks kualitas udara di Palangka Raya mencapai 199 pada Kamis (27/8/2026). Kondisi tersebut menjadikan Palangka Raya sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia pada saat itu.

Kabut Asap Karhutla Tembus Malaysia dan Brunei

Dampak karhutla di Kalimantan juga meluas hingga ke negara tetangga.

Kabut asap dilaporkan telah melintasi perbatasan menuju Malaysia dan Brunei Darussalam.

Menurut laporan AP News pada Selasa (25/8/2026), penurunan kualitas udara di Sarawak, Malaysia, bahkan menyebabkan hampir 600 sekolah ditutup sementara.

Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 200.000 murid yang aktivitas belajarnya terganggu akibat kabut asap.

Indonesia Perkuat Operasi Pemadaman

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengerahkan kekuatan besar untuk menangani karhutla, termasuk puluhan ribu petugas pemadam di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Presiden Prabowo Subianto juga telah meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak di Kalimantan Tengah dan Sumatra.

Pos terkait