KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadikan peningkatan ekspor dan penguatan fundamental ekonomi sebagai agenda utama Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026.
Langkah ini diarahkan untuk memperkuat daya saing dunia usaha, menarik kembali investasi, serta menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, penguatan fundamental ekonomi menjadi kunci agar dunia usaha tidak hanya mampu bertahan menghadapi ketidakpastian global, tetapi juga meningkatkan daya saing di tengah kompetisi dengan negara-negara lain.
“Untuk Rapimnas ini, kita fokus pada dua hal. Yang pertama adalah ekspor, bagaimana meningkatkannya, dan yang kedua adalah bagaimana fokus kepada fundamental ekonominya supaya perlahan pasar masuk kembali, baik di pasar modal maupun foreign direct investment (FDI),” ujar Anindya dalam konferensi pers menjelang Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta beberapa Waktu lalu.
Menurut Anindya, peningkatan daya saing menjadi pekerjaan penting bagi dunia usaha nasional. Pasalnya, sejumlah negara tetangga dinilai memiliki tingkat kompetitivitas yang lebih tinggi sehingga Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonomi sekaligus meningkatkan kemampuan bersaing di pasar global.
Ia menegaskan, ketahanan ekonomi yang selama ini dimiliki Indonesia perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas, efisiensi, serta kemampuan pelaku usaha dalam memperluas pasar.
“Jadi kita memang harus fokus kepada fundamental, tapi bukan saja daya tahan kita yang cukup resilien, tapi juga daya saing. Nah, ini yang tadi saya bicara, daya saing kita mesti ditingkatkan karena negara tetangga kita itu jauh lebih kompetitif,” katanya.
