Kapal Diduga Manipulasi Identitas
Berbekal hasil analisis tersebut, tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemantauan dan pengejaran.
Pada Senin, 17 Agustus 2026 sekitar pukul 05.15 WIB, tim BNN RI bergerak menuju Tanjung Balai Karimun untuk memperbarui informasi terkait pergerakan kapal di perairan sekitar.
Sekitar pukul 14.00 WIB, dilakukan konsolidasi taktis bersama BNNP Kepri, Bea Cukai, dan Polda Kepri.
Petugas mengerahkan tiga armada, yakni kapal BC 2011, BC 3005, dan sebuah speedboat menuju titik pemantauan di Perairan Tanjung Parit.
Sekitar pukul 18.30 WIB, tim gabungan akhirnya berhasil melakukan intercept terhadap MV Ocean Porter di wilayah Perairan Karimun Anak, Provinsi Kepulauan Riau. Hasil pemeriksaan kemudian menemukan sejumlah kejanggalan serius.
Kapal yang berdasarkan identitas sebelumnya bernama Rainmaker dengan IMO 8776849 menggunakan identitas MV Ocean Porter dengan call sign 5IM336 dan Port of Registry Zanzibar, Afrika. Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap kapal.
Dari empat kontainer yang diperiksa, satu kontainer ditemukan dalam kondisi terkunci dan terdapat bekas pengelasan baru.
Di dalamnya, petugas menemukan 1.570.000 batang rokok ilegal asal China merek GD.
Sementara kontainer lainnya berisi spare part dan plastik wrap yang diduga digunakan sebagai kamuflase.
Sabu Cair Disembunyikan di Ruang Rahasia
Pengungkapan narkotika bermula setelah petugas melakukan interogasi terhadap salah satu awak kapal.
Informasi tersebut mengarahkan tim ke sebuah ruang penyimpanan rahasia yang berada di atas kontainer.
Di lokasi itu, petugas menemukan cairan mencurigakan. Pemeriksaan menggunakan Narcotics Identification System kemudian menunjukkan cairan tersebut positif mengandung metamfetamin atau sabu.
Total barang bukti narkotika yang diamankan mencapai 2,6 ton sabu cair.
Selain narkotika dan rokok ilegal, aparat juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut, antara lain 15 unit telepon seluler, sembilan buku paspor, satu telepon satelit, satu alat tracker, satu laptop, dan satu iPad.
