Keputusan tersebut diambil lantaran berbagai kendala, termasuk beban biaya dan keterbatasan operasional yang semakin memberatkan masyarakat.
Akibatnya, sejak malam hari ini, Pulau Panjang terancam gelap total tanpa akses listrik sama sekali.
Dalam kondisi tersebut, warga berharap adanya instruksi tegas dari Presiden kepada jajaran terkait agar segera menindaklanjuti kebutuhan dasar ini.
Mereka menilai, akses listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan vital yang sangat memengaruhi kualitas hidup, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Pulau Panjang yang berada di wilayah hinterland Batam selama ini memang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Meski Kota Batam dikenal sebagai kawasan industri dan investasi, pemerataan pembangunan di wilayah pulau-pulau penyangga masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Kini, dengan dihentikannya operasional genset, desakan warga menjadi semakin mendesak. Mereka berharap pemerintah tidak lagi menunda, dan segera menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil.(iman)










