KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Di sebuah ruang pertemuan sederhana di Nagoya Mansion, Jumat (31/7/2026), puluhan wajah yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan Kota Batam berkumpul.
Mereka bukan sekadar menghadiri rapat organisasi, tetapi sedang merawat sebuah ikatan yang telah terjalin selama puluhan tahun—persaudaraan para perintis yang menyaksikan Batam tumbuh dari kawasan yang masih berkembang menjadi salah satu pusat industri dan investasi nasional.
Perkumpulan Kawan Lama (Kalam) Batam kembali menghidupkan semangat kebersamaan melalui rapat pengurus harian yang membahas penyempurnaan struktur organisasi sekaligus menyusun agenda kerja ke depan.
Organisasi ini menghimpun warga yang telah menetap di Batam sejak era 1970-an hingga 1990-an, sebuah generasi yang memiliki pengalaman panjang dalam membangun kota ini.
Bagi salah seorang pendiri Kalam, Prof. Dr. Soerya Respationo, organisasi ini bukan hanya wadah berkumpul, tetapi rumah besar yang menjaga tali silaturahmi lintas profesi dan lintas generasi.
“Perkumpulan Kalam didirikan untuk menghimpun saudara-saudara kita para senior yang sudah lama berdomisili di Batam. Mari tetap kita jaga rasa persaudaraan dan kekeluargaan anggota Kalam, karena kita saling mengenal satu sama lain,” ujarnya.
Keanggotaan Kalam memang unik. Di dalamnya terdapat pengusaha, akademisi, politisi, mantan pejabat BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, hingga tokoh masyarakat. Keberagaman latar belakang tersebut menjadi kekuatan utama organisasi karena menghadirkan jejaring luas yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Namun, perjalanan organisasi tidak selalu mulus. Pandemi Covid-19 membuat berbagai agenda tertunda dan aktivitas organisasi berjalan kurang optimal. Sejumlah pengurus pun tidak lagi aktif sehingga diperlukan langkah restrukturisasi agar Kalam kembali bergerak lebih dinamis.

