Kebutuhan Hewan Kurban Batam 2026 Tembus 9.000 Ekor, Ekonomi Peternakan Ikut Menggeliat

IIlustrasi Hewan Qurban
IIlustrasi Hewan Qurban

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, kebutuhan hewan kurban di Batam diproyeksikan melonjak signifikan dan menjadi penggerak perputaran ekonomi peternakan lintas daerah.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memperkirakan kebutuhan hewan ternak kurban tahun ini mencapai sekitar 9.000 ekor, terdiri dari 3.000 sapi dan lebih dari 6.000 kambing.

Bacaan Lainnya

Kepala DKPP Batam, Mardanis saat dihubungi KABAREKONOMI.CO.ID pada Senin (27/4/2026) sore membenarkan hal tersebut. Dan pihaknya juga menyampaikan bahwa kebutuhan tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan tingginya daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi menjelang hari besar keagamaan di Batam, Kepulauan Riau.

“Kebutuhannya total ada 9.000 hewan kurban. Yang terdiri dari   3.000 ekor sapi dan 6.000 ekor kambing atau lebih,” ujarnya.

Iduladha 2026 yang jatuh pada 27 Mei diprediksi menjadi momentum penting bagi sektor peternakan, perdagangan hewan, logistik, hingga pelaku UMKM penunjang. Sebagai perbandingan, pada 2025 jumlah hewan kurban di Batam tercatat 6.807 ekor, terdiri dari 2.338 sapi dan 4.469 kambing. Artinya, potensi peningkatan kebutuhan tahun ini mencapai lebih dari 30 persen.

Kenaikan permintaan tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang lokal, tetapi juga menciptakan rantai pasok lintas provinsi. Saat ini, stok sapi di Batam telah mencapai sekitar 3.000 ekor yang didatangkan dari Lampung dan Pulau Jawa.

Sementara stok kambing berkisar 4.000–5.000 ekor yang berasal dari Medan dan Lampung, dengan tambahan pasokan yang terus berdatangan menjelang hari raya.

Pos terkait