Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha menjadi modal utama memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri dan investasi bertaraf internasional.
Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengungkapkan bahwa realisasi investasi Batam menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Secara triwulanan, nilai investasi meningkat dari sekitar Rp8 triliun menjadi sekitar Rp15 triliun atau tumbuh lebih dari 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Amsakar, peningkatan tersebut merupakan implementasi nyata arahan Presiden Prabowo Subianto agar Batam menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus motor penggerak investasi Indonesia.
“Kalau kolaborasi seperti ini terus kita bangun secara lebih solid, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar lagi,” ujarnya.
Amsakar menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan melalui indikator makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, investasi, tingkat pengangguran, kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), produktivitas, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga peningkatan kunjungan wisatawan.
Apabila indikator-indikator tersebut menunjukkan tren positif, maka tata kelola pemerintahan dinilai berjalan pada jalur yang benar.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama lebih dari 27 tahun berkarier sebagai birokrat, baru dalam kurun satu tahun lima bulan terakhir Batam berhasil memperoleh lima Peraturan Pemerintah yang secara khusus mendukung pengembangan kawasan tersebut.
