Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Indonesia ke India, Yogyakarta dan Lombok Jadi Andalan Baru

Kedekatan historis dan budaya antara Indonesia dan India, khususnya melalui warisan Hindu-Buddha serta kisah Ramayana, juga dinilai membuka peluang untuk memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata warisan budaya dan spiritual.

Namun, pelaku industri perjalanan India juga melihat sejumlah aspek yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya tarik Yogyakarta di pasar India.

Bacaan Lainnya

Aspek tersebut antara lain konektivitas, ketersediaan pilihan kuliner yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan India, paket perjalanan keluarga, serta produk wisata budaya, edukasi, dan MICE.

Pengalaman budaya peserta kemudian dilengkapi dengan workshop pembuatan jamu tradisional di JogJamu dan kunjungan ke situs Taman Sari.

Rangkaian aktivitas tersebut dirancang untuk membuka peluang pengembangan sekaligus memperkaya storytelling produk wisata kebugaran (wellness) dan budaya yang relevan bagi pasar India.

Lombok Bidik Wisatawan Muda India

Sementara itu, Grup B yang terdiri atas Flag Holidays, S V Holiday Bazaar Private Limited, dan SOTC Travel Limited mendapatkan pengalaman mengeksplorasi Gili Trawangan dan kawasan Kuta Mandalika di Lombok.

Perjalanan menuju Gili Trawangan dilakukan menggunakan fast boat dari Pelabuhan Padang Bai, Bali.

Selama berada di Gili Trawangan, peserta menginap dan menikmati berbagai aktivitas, seperti snorkeling, berkeliling pulau menggunakan e-bike, menikmati suasana malam, serta mencoba cidomo.

Alat transportasi tradisional beroda yang ditarik kuda tersebut menjadi salah satu ciri khas Lombok dan Kepulauan Gili.

Gili Trawangan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisatawan India, khususnya segmen wisatawan muda berusia 25–45 tahun dan mereka yang melakukan perjalanan bersama teman.

Daya tarik pantai, kehidupan malam, beach club, pertunjukan musik, pilihan akomodasi mulai dari hostel hingga vila, serta karakter kawasan yang bebas kendaraan bermotor dinilai sesuai dengan minat wisatawan muda India.

Mereka dinilai mulai mencari pengalaman alternatif di luar destinasi wisata malam populer di Bali.

Aktivitas snorkeling untuk melihat penyu, bersepeda mengelilingi pulau, menikmati matahari terbenam, serta berbagai pengalaman yang menarik untuk dibagikan melalui media sosial turut menjadi daya tarik Gili Trawangan.

Di sisi lain, ketersediaan pilihan kuliner vegetarian yang memadai, baik melalui restoran maupun menu yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan, menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk mengoptimalkan potensi Gili Trawangan di pasar India.

Rangkaian perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Kuta Mandalika.

Peserta mengunjungi Autore Pearl Farm and Showroom, berbelanja di Sasaku Pusat Oleh-Oleh Khas Lombok, serta menikmati suasana malam di kawasan Kuta.

Selama berada di Lombok, peserta juga mengunjungi sejumlah daya tarik wisata lainnya, antara lain Desa Adat Sade, Taman Mayura, serta Masjid Raya Hubbul Wathan atau Islamic Center Nusa Tenggara Barat yang berada di pusat Kota Mataram.

Pos terkait