Menurut Agus Jabo, mahasiswa dapat berkontribusi dalam setiap tahap tersebut melalui penelitian, edukasi, dan pelatihan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi bencana.
Ia juga mendorong perguruan tinggi membentuk kelompok relawan mahasiswa yang dapat bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
“Kita perlu mengetahui lokasi-lokasi yang berisiko, termasuk dengan mempelajari sejarah kebencanaan di Indonesia. Penelitian semacam ini dapat menjadi dasar untuk merancang langkah mitigasi,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa yang ingin terjun langsung ke lokasi bencana perlu memperoleh pelatihan terlebih dahulu agar memahami tugas, kemampuan, dan prosedur yang dibutuhkan.
“Kalau kampus-kampus juga dapat membangun relawan mahasiswa yang bekerja sama dengan Tagana, itu akan sangat baik,” ujar Agus Jabo.
Mahasiswa Undip Siapkan Pelatihan dan Simulasi Kebencanaan
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa Undip menyampaikan rencana menyusun konsep pelatihan dan simulasi kebencanaan bagi mahasiswa. Agus Jabo menyambut baik rencana itu dan meminta mahasiswa berkoordinasi dengan tim Kemensos untuk membahas pelaksanaannya lebih lanjut.
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos, Masriani Mansyur, turut membuka peluang kolaborasi dalam edukasi kebencanaan dan identifikasi kebutuhan warga terdampak.
Terkait rencana kunjungan mahasiswa ke NTT pada November mendatang, mahasiswa dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di lapangan melalui koordinasi dengan Kemensos dan pemerintah daerah.
Pendataan yang akurat dinilai penting agar bantuan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Agus Jabo berharap pertemuan tersebut menjadi awal kerja sama nyata antara Kemensos dan mahasiswa, baik dalam penelitian, mitigasi bencana, pelatihan relawan, maupun penanganan langsung di lapangan.
“Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi hari ini. Kita ingin ada kegiatan nyata yang bisa dilaksanakan bersama, baik dalam penelitian, mitigasi, pelatihan relawan, maupun penanganan bencana di lapangan,” pungkasnya.
SUMBER: DETIK
