KABAREKONOMI.co.id, BATAM – Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kepulauan Riau kembali menggelar Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025. Even yang merupakan ke lima kalinya digelar di Kepri ini, sengaja digelar guna meningkatkan serta mengembangkan potensi UMKM lokal ke pasar global.
Kepala BI Perwakilan Kepri Rony Widijarto disela-sela sambutanya mengatakan bahwa GMP 2025 ini mengangkat tema ‘Akselerasi Ekspor Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan’.
“GMP akan menjadi ruang strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar, serta mendorong produk daerah bisa bersaing di mancanegara,” jelas Rony pada Kamis (21/8/2025) malam di Aula One Batam Mall.
Pihaknya juga menegaskan, GMP 2025 memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan UMKM ke pasar global.
Oleh karena itu, semua pencapaiannya terus ditingkatkan. Mengingat, UMKM di Kepri ini memiliki nilai strategis. Dimana UMKM ini mampu menyerap peningkatan tenaga kerja cukup signifikan hingga 99 persen. Namun demikian ada beragam tantangan yang harus dihadapi guna meningkatkan nilai tambahnya.
“Kami melihat salah satu yang menarik dari Kepri, dimana letaknya yang saat strategis dan memiliki nilai lebih dari daerah lainnya. Artinya sebagai gerbang perekonomian dan sebagainya dari negara lain. Tentunya ini adalah pasar yang sangat potensial untuk digarap. Disisi lain, kita mempunyai kekayaan warisan leluhur budaya yang bisa dikembangkan. Dan ini potensi yang sangat luar biasa untuk terus meningkatkan UMKM di Kepri naik kelas,” tegasnya.
Dan pada GMP 2025, BI Kepri akan terus berupaya melakukan peningkatan. Salah satunya dengan mendorong UMKM ‘nge-link’ pada produk-produk pasar global atau ekspor.
“Jadi kita targetkan ada UMKM-UMKM bekualitas dan bagus yang akan mendapatkan pembiayaan dengan omzet penjualan ekspor. Dan untuk target transaksi pada GMP 2025 pun akan kita tingkatkan dari Rp10 Miliar pada tahun lalu (2024,red) menjadi Rp13 Miliar di tahun ini,” tegasnya.
Pihaknya juga menegaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kepri berada di posisi tiga besar nasional, dengan 7,14%. Momen ini pun, bagi Rony Widijarto menjadi sebuah kesempatan bagi UMKM untuk ‘unjuk-gigi’ di hadapan para pengunjung.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Adi Prihantara mengapresiasikan pelaksanaan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025. Baginya, GMP 2025 bukan hanya memamerkan tapi lebih dari itu. Yakni mengangkat potensi-potensi ekonomi yang membawa dari sebuah konsep regional menjadi nasional dan internasional.
“Kami sangat mengapresiasikan atas kolaborasi dan kebersamaan di dalam meningkatkan kualitas, kebersamaan dan kuantitas dari UMKM yang berada di Provinsi Kepulauan Riau. Gebyar melayu pesisir, bukan hanya sekedar memamerkan, tapi lebih dari itu. Bagaimana kita mengangkat potensi-potensi ekonomi yang membawa dari sebuah konsep regional menjadi nasional dan internasional,” tegasnya.
Oleh sebab itu, tegasnya, pihaknya sangat berharap pelaku UKM untuk tetap bersemangat, penuh kreativitas, terus kembangkan potensi yang dimiliki untuk menjadikan Kepulauan Riau bagian dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Ini Harapan kita, UMKM lokal kita bisa naik kelas dan ‘bermain’ di pasar Internasional,” tegasnya. (iman)