Kepulauan Riau Catat Inflasi Tinggi di Sumatera, Daya Beli Terancam Tekanan Harga

KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Laju inflasi di Provinsi Kepulauan Riau pada Juni 2026 tercatat mengalami peningkatan cukup signifikan.

Berdasarkan data perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dirilis Bank Indonesia di akun resminya, diketahui inflasi tahunan atau year on year (yoy) Kepri mencapai 4,67 persen, lebih tinggi dibanding inflasi nasional yang berada di level 3,34 persen.

Bacaan Lainnya

Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi Kepri tercatat sebesar 0,60 persen, sementara secara tahun kalender (year to date/ytd) berada pada angka 1,86 persen.

Angka tersebut menempatkan Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah dengan tingkat inflasi relatif tinggi di wilayah Sumatera, sekaligus berada di atas target inflasi nasional tahun 2026 yang dipatok pemerintah sebesar 2,5±1 persen.

Kenaikan harga pada sektor transportasi menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi daerah kepulauan tersebut. Dalam data Bank Indonesia, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 2,70 persen (mtm) dengan andil terbesar mencapai 0,37 persen terhadap total inflasi bulanan.

Lonjakan harga tiket angkutan udara menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada Juni 2026 dengan kontribusi sebesar 0,20 persen. Selain itu, kenaikan harga bensin memberikan andil 0,17 persen, diikuti kenaikan harga cabai merah 0,07 persen, bawang merah 0,05 persen, serta bayam 0,04 persen.

Pos terkait