Kinerja Telkom Tetap Tumbuh, Pendapatan Capai Rp113,5 Triliun hingga September 2026

Empat Segmen Bisnis Utama Catatkan Pertumbuhan Positif

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp81,6 triliun, tumbuh 3,5% YoY. Sementara di Telkomsel, pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 1,8% YoY menjadi Rp82,9 triliun, terutama ditopang oleh bisnis digital yang tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp60,7 triliun.

Bacaan Lainnya

Pertumbuhan ini didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta penerapan strategi komersial yang disiplin untuk memperkuat monetisasi layanan seluler seiring pergeseran pola konsumsi pelanggan menuju layanan digital.

Hasilnya, ARPU seluler Telkomsel tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp45.400, disertai peningkatan data yield sebesar 6,5% YoY.

Sementara itu, pendapatan bisnis IndiHome tercatat Rp19,1 triliun, salah satunya seiring dengan penataan basis pelanggan.

Meski demikian, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan secara kuartalan. Pada kuartal III 2026, jumlah pelanggan IndiHome meningkat 1,2% QoQ menjadi 9,63 juta, sementara ARPU naik 3,2% QoQ menjadi Rp217.700.

Di segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp7,1 triliun, didukung oleh layanan data center, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup. Mitratel mencatatkan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan FTTT sebesar Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8% YoY.

Pos terkait