Sebagai bagian dari pemantapan implementasi kolaborasi, agenda kunjungan strategis pada 7 Januari 2026 diawali dengan pertemuan bersama BP Batam untuk membahas kesiapan pengembangan MABIH di KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi proyek. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kehadiran MABIH akan memberikan dampak ekonomi multiplikatif, mulai dari peningkatan arus investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri pendukung, hingga peningkatan daya saing regional Batam sebagai pusat layanan kesehatan internasional.
“Pengembangan MABIH akan memperkuat kemandirian layanan kesehatan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan medis di luar negeri,” ujar Amsakar.
Pada 8 Januari 2026, dua MoU strategis ditandatangani di Mayapada Hospital Jakarta Selatan antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals. Kesepakatan tersebut mencakup implementasi layanan kesehatan preventif berbasis kecerdasan buatan (AI) serta penguatan kompetensi keperawatan dalam layanan kegawatdaruratan dan perawatan kritis.
Secara terpisah, MoU juga ditandatangani antara Mayapada Healthcare dan Kedutaan Besar India di Indonesia, yang menetapkan Mayapada Hospital sebagai rumah sakit rujukan resmi bagi Kedutaan Besar India.
Rangkaian kegiatan ditutup pada 9 Januari 2026 dengan pembahasan lanjutan mengenai pemanfaatan fasilitas, teknologi, dan sumber daya manusia dalam layanan kesehatan, penandatanganan MoU yang disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, serta pertemuan dengan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Momentum ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan sektor kesehatan sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi nasional.
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun ekosistem layanan kesehatan berkelas dunia yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Dengan dukungan BP Batam, MABIH menghadirkan standar klinis global dan kredibilitas internasional yang tidak hanya memperkuat posisi Mayapada Healthcare, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Batam, mengurangi medical tourism outflow, serta membangun ekosistem layanan kesehatan nasional yang berdaya saing global,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, menegaskan bahwa kolaborasi klinis bersama Apollo Hospitals merupakan komitmen jangka panjang yang terus berkembang.
Menurutnya, penggabungan keunggulan infrastruktur dan sumber daya manusia Mayapada Healthcare dengan reputasi global Apollo Hospitals akan melahirkan pusat layanan kesehatan berkelas dunia, baik melalui MABIH maupun jaringan Mayapada Hospital lainnya.
“Didukung inovasi teknologi berbasis AI, seamless care, serta transfer pengetahuan yang berkelanjutan, kolaborasi ini tidak hanya relevan untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk diwariskan kepada generasi tenaga kesehatan Indonesia ke depan,” kata Jonathan.
Dalam kerja sama ini, Apollo Hospitals berperan strategis dalam pengembangan MABIH dan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS). MABIH dirancang untuk menangani kasus-kasus kompleks seperti kanker, penyakit jantung, dan transplantasi organ, dengan penerapan teknologi medis mutakhir dan kolaborasi dokter Indonesia serta internasional.
