OJK mencatat net interest margin (NIM) perbankan pada Juli 2026 berada di level 4,32%. Angka tersebut turun tipis dari 4,34% pada Juni 2026.
Jika dibandingkan dengan posisi Juli 2025, penurunan NIM terlihat lebih dalam. Pada periode tersebut, NIM perbankan masih berada di level 4,57%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa akselerasi penyaluran kredit belum serta-merta meningkatkan margin bunga bersih yang diperoleh perbankan. Bank menghadapi kondisi ketika pertumbuhan volume kredit berlangsung kuat, sementara margin yang dihasilkan cenderung menyempit.
Tekanan juga tercermin dari indikator profitabilitas. Return on Assets (ROA) perbankan turun menjadi 2,45% pada Juli 2026, dari 2,47% pada Juni 2026.
Secara tahunan, ROA juga melemah. Pada Juli 2025, ROA perbankan masih tercatat sebesar 2,56%.
Meski ekspansi kredit berlangsung agresif, kualitas aset perbankan sejauh ini masih relatif terjaga.
Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,10% pada Juli 2026, hanya naik tipis dari 2,09% pada Juni 2026.
Sementara itu, NPL net justru membaik menjadi 0,81% dari sebelumnya 0,82%.
Indikator Loan at Risk (LAR) juga menunjukkan perbaikan. Rasio LAR turun menjadi 8,39% pada Juli 2026 dari 8,47% pada bulan sebelumnya.
Dengan demikian, peningkatan laju pertumbuhan kredit hingga Juli belum diikuti oleh lonjakan risiko kredit yang signifikan.
Dari sisi permodalan, ketahanan industri perbankan nasional masih terjaga. Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 23,84% pada Juli 2026, dari 23,70% pada Juni 2026.
