Lebih Aman dan Efisien, Pertamina Patra Niaga Kepri Minta Pengusaha Laundry Beralih ke Bright Gas

Bright Gas
Bright Gas

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Pertamina Patra Niaga Kepri minta pengusaha laundry di Kota Batam untuk tidak mengggunakan LPG 3 kilogram (kg) atau melon dalam berusaha. Namun beralih ke Bright Gas, produk LPG non-subsidi yang diklaim lebih efisien sekaligus aman.

Mengingat, sesuai regulasi Direktorat Jenderal Migas elpiji bersubsidi tersebut hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan rentan, bukan untuk kegiatan usaha.

Bacaan Lainnya

“Banyak yang mengira beralih ke Bright Gas akan membebani biaya operasional. Faktanya, uji coba kami menunjukkan potensi penghematan konsumsi hingga 29 persen,” tegas Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, saat ditemui awak media pada Selasa (26/8/2025).

Pihaknya juga menegaskan,selisih harga sekitar Rp 6.500 per kilogram dibanding gas melon. “Namun dengan efisiensi penggunaan, biaya yang keluar bisa lebih hemat,” tambahnya.

Bright Gas

Pertamina juga memberi kemudahan lewat program trade in: dua tabung LPG 3 kilogram dapat langsung ditukar dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram.

“Dengan begitu, pelaku usaha tidak perlu pusing. Kami tidak sekadar menertibkan, tapi juga memberikan solusi agar mereka langsung bisa beralih,” terang Bagus.

Selain efisiensi, ia menekankan aspek keamanan. Bright Gas dilengkapi teknologi double spindle untuk meminimalkan risiko kebocoran.

“Selain aman, penggunaan Bright Gas membuat usaha laundry lebih profesional. Tidak ada lagi kesan memakai gas bersubsidi, melainkan produk berkualitas yang memang sesuai untuk usaha,” katanya. (***)

Pos terkait