“Perdamaian bukan sekadar tidak adanya perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan karakter bangsa. Karena itu, generasi muda diajak menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam praktik sehari-hari.
Selain itu, seluruh penyelenggara pemerintahan diminta memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan prinsip keadilan sosial, berpihak kepada masyarakat kecil, dan mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata.
Pihaknya juga menegaskan akan pentingnya menjaga harmoni kebangsaan dengan terus melawan berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi memecah persatuan nasional.
LI Claudia Chandra juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” tutupnya. (Iman)
