“Saat ini rasio elektrifikasi di Kepri telah mencapai 98 persen,” ujar Ansar.
Tak hanya membangun pembangkit, Pemprov Kepri juga memperluas akses listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis bagi masyarakat. Program ini menyasar rumah tangga di tujuh kabupaten/kota, khususnya warga yang selama ini belum menikmati listrik.
Dukungan pembiayaan berasal dari APBN, diperkuat APBD serta aspirasi DPRD Kepri. Tahun ini, BPBL ditargetkan menjangkau sekitar 1.400 rumah tangga, memastikan manfaat elektrifikasi dirasakan langsung oleh masyarakat.
Langkah tersebut menegaskan bahwa Kepri tidak sekadar mengejar angka elektrifikasi, tetapi juga memastikan pemerataan manfaat ekonomi hingga ke pelosok.
Ansar mengakui pembangunan kelistrikan di wilayah kepulauan bukan perkara mudah. Kondisi geografis yang tersebar membuat kebutuhan biaya dan perencanaan menjadi lebih kompleks.
“Apalagi Kepri ini wilayah kepulauan, tentu tidak mudah untuk menerangi pulau-pulau kecil dengan listrik,” katanya.
Meski demikian, pemerintah memastikan komitmen menghadirkan listrik hingga ke pulau-pulau kecil tetap menjadi prioritas utama.
Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menyatakan kesiapan PLN untuk terus bersinergi dengan Pemprov Kepri dalam merealisasikan Kepri Terang.
