Literasi Keuangan Syariah Capai 43,07%, Mengapa Inklusi Masih Rendah?

Tidak cukup hanya menawarkan produk dengan prinsip syariah, pelaku industri juga harus mampu menghadirkan layanan yang kompetitif, mudah dijangkau, dan memiliki nilai tambah bagi konsumen.

Ia mencontohkan pembiayaan kepemilikan rumah berbasis syariah yang saat ini diminati berbagai kalangan, termasuk masyarakat non-Muslim.

Bacaan Lainnya

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa produk keuangan syariah memiliki peluang pasar yang lebih luas apabila mampu menawarkan manfaat dan kualitas layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Ketika satu produk syariah itu bagus, yang menggunakan tidak hanya orang Muslim, tetapi semua agama juga senang menggunakannya,” kata Kiki.

Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi Global

Di tengah tantangan rendahnya inklusi, Indonesia sebenarnya memiliki modal kuat untuk meningkatkan daya saing dalam industri ekonomi syariah dunia.

Berdasarkan Global Islamic Economy Indicator Score 2025-2026, Indonesia berada di peringkat keempat. Posisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mengejar posisi teratas di tingkat global.

Pos terkait