“Di sektor aviasi, permintaan avtur diprediksi meningkat signifikan sebesar 10 persen menjadi 933 kiloliter per hari, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat melalui transportasi udara,” jelasnya.
Sementara itu, sektor industri diperkirakan mengalami penurunan konsumsi energi hingga 21 persen menjadi 2.560 kiloliter per hari akibat berkurangnya aktivitas produksi selama libur Lebaran.
Sunardi juga menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan energi.
“Kami melihat tren peningkatan konsumsi terutama pada gasoline, LPG, dan avtur selama Ramadan dan Idulfitri. Untuk itu, Pertamina telah menyiapkan strategi distribusi dan penambahan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,” ujar Sunardi.
Ia menambahkan, penurunan pada gasoil dan sektor industri merupakan pola musiman yang terjadi setiap tahun, seiring menurunnya aktivitas logistik dan operasional industri selama masa libur panjang.
Dengan proyeksi tersebut, Pertamina memastikan kesiapan infrastruktur dan distribusi energi tetap optimal guna mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Lebaran 2026.(Iman Suryanto)










