KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Suasana sore di One Batam Mall terasa berbeda. Di tengah keramaian bazar Ramadan dalam rangka Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2026, sejumlah pengunjung berkumpul mengikuti kegiatan bedah buku berjudul “Semua Bisa Kaya”.
Kegiatan yang digelar oleh Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau itu tidak sekadar menghadirkan diskusi literasi keuangan. Lebih dari itu, acara ini mengajak masyarakat merenungkan kembali makna kekayaan, cara mengelola rezeki, serta pentingnya hidup secara finansial yang lebih sehat dan terencana.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus disela-sela acara pada Jumat (6/3/2026) mengakui bahwa judul buku tersebut memang sengaja dipilih karena sangat dekat dengan harapan banyak orang.
“Siapa yang tidak ingin kaya. Judulnya sangat menarik sehingga membuat orang tertarik membaca,” ujarnya.
Namun menurutnya, pesan utama buku tersebut justru ingin mengubah cara pandang masyarakat tentang kekayaan. Menjadi kaya tidak selalu berarti memiliki harta yang berlimpah, tetapi lebih kepada kemampuan mengelola keuangan secara bijak sehingga hidup terasa cukup dan seimbang.
Ia menjelaskan bahwa salah satu kunci utama dalam pengelolaan keuangan adalah kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
“Jangan sampai keinginan melampaui kebutuhan. Jika keuangan dikelola dengan baik, maka kita bisa menyisihkan dana untuk investasi,” katanya.
Bagi Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kepri, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi ekonomi masyarakat. Terutama dalam memahami pengelolaan keuangan yang lebih sehat, termasuk melalui pendekatan ekonomi syariah.
Ardhienus menilai masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa masalah keuangan sering muncul karena kurangnya perencanaan dan disiplin dalam mengatur pengeluaran.










