KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Di sebuah ruang pertemuan elegan di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta, suasana terasa lebih dari sekadar formalitas. Pada Kamis pagi, 28 Agustus 2025, puluhan peserta dari Badan Pengusahaan (BP) Batam berkumpul dengan satu tujuan: memperkuat peran keprotokolan yang kerap menjadi garda terdepan dalam menjaga citra lembaga.
Workshop Keprotokolan yang digelar selama dua hari ini, 28–29 Agustus 2025, menjadi wadah bagi para protokol untuk menajamkan kemampuan sekaligus memperluas wawasan. Tema yang diangkat, “Menjadi Protokol Profesional, Handal dan Berwawasan,” terasa tepat di tengah dinamika organisasi modern yang menuntut ketepatan, kecepatan, sekaligus keanggunan dalam tata acara.
Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, yang membuka kegiatan ini, menegaskan pentingnya peran protokol sebagai wajah pertama organisasi.
“Protokol bukan sekadar mengatur kursi dan acara, tetapi juga menjaga kehormatan lembaga. Khususnya Kantor Penghubung Jakarta yang sering berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan, fungsi keprotokolan menjadi sangat strategis,” kata Alexander dengan penuh keyakinan.
Lebih jauh, Alexander menyebutkan bahwa semangat kegiatan ini sejalan dengan visi Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, serta Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam membangun tata kelola kelembagaan yang modern dan berdaya saing. Menurutnya, seorang protokol profesional haruslah luwes—mampu mengatur detail teknis di lapangan, sekaligus bijak, komunikatif, dan peka terhadap diplomasi maupun etika kelembagaan.
Suasana workshop kian menarik dengan hadirnya Baihakki, Protokol sekaligus Pembawa Acara Kepresidenan dari Kementerian Sekretariat Negara, sebagai narasumber. Kehadirannya memberi warna sekaligus pengalaman praktis yang jarang diperoleh dari buku pedoman keprotokolan semata.
Selama dua hari, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi, berlatih, bahkan merasakan langsung simulasi situasi yang kerap dihadapi seorang protokol. Dari tata tempat, pengaturan tamu VIP, hingga improvisasi saat terjadi hal tak terduga di lapangan—semuanya menjadi pelajaran berharga.
Workshop ini menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia adalah upaya BP Batam untuk mencetak insan protokol yang tidak hanya bekerja di balik layar, tetapi juga memastikan setiap langkah organisasi terlihat elegan, tertib, dan penuh wibawa.
Alexander menutup sambutannya dengan pesan yang mengena: “Ikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan kesungguhan, karena ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan menjadi bekal berharga dalam mendukung tugas keprotokolan di lingkungan BP Batam.”
Dan dari ruang pertemuan itu, lahirlah harapan: bahwa setiap protokol BP Batam pulang dengan membawa lebih dari sekadar catatan, melainkan semangat baru untuk menjaga marwah lembaga di setiap panggung resmi. (*)