Menperin: Kawasan Industri Tak Lagi Jual Lahan, Kini Jual Kecepatan dan Kepastian Investasi

Pesan kedua, kawasan industri harus mengubah paradigma bisnisnya. Menurut Agus, investor saat ini tidak membeli tanah, melainkan membeli kepastian waktu.

“Yang kita jual bukan lagi lahan. Yang kita jual adalah waktu.”

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan bahwa yang menjadi perhatian investor bukan sekadar harga tanah ataupun luas kawasan, melainkan seberapa cepat komitmen investasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan produksi. Kepastian proses perizinan, kecepatan pembangunan utilitas, kemudahan memperoleh berbagai layanan, hingga minimnya ketidakpastian menjadi faktor yang menentukan keputusan investasi.

Karena itu, kawasan industri harus bertransformasi dari sekadar pengembang kawasan menjadi investment enabler yang mampu menghadirkan ekosistem industri secara menyeluruh. Kawasan industri tidak lagi cukup hanya menyediakan lahan dan infrastruktur dasar, tetapi juga harus menjadi pusat layanan investasi, pusat inovasi, pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi, serta akselerasi industri hijau.

Agus juga mengingatkan bahwa keberhasilan kawasan industri tidak lagi cukup diukur dari luas kawasan yang dibangun, melainkan dari tingkat okupansi, jumlah tenant yang beroperasi, nilai investasi yang direalisasikan, dan kontribusinya terhadap pertumbuhan industri nasional.

“Menambah kawasan tanpa menghadirkan tenant berarti hanya menambah pasokan lahan, bukan menambah industrialisasi,” ujarnya.

Pesan ketiga adalah pentingnya memperkuat tiga fondasi utama daya saing kawasan industri, yakni kepastian perizinan, kesiapan infrastruktur, dan ketersediaan energi.

Dalam aspek perizinan, Agus berharap kawasan industri mampu menjadi single point of certainty bagi investor, bukan sekadar salah satu pintu dari sekian banyak birokrasi yang harus dilalui.

Pada aspek infrastruktur, ia menekankan pentingnya konektivitas jalan, pelabuhan, jaringan utilitas, air baku, pengolahan air limbah, serta berbagai fasilitas penunjang lain yang menjadi pertimbangan utama investor dalam menentukan lokasi investasinya.

Pos terkait