Menteri Perdagangan Tinjau ‘Dapur’ MBG hingga Lepas Produk Industri Pengolahan di Batam

“Hari ini kami melepas ekspor hasil industri pengolahan senilai 15 juta dolar AS ke empat negara namun masih banyak peluang ekspor, khususnya ke Uni Eropa dan Kanada. Dengan adanya perjanjian dagang CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement), tarif ekspor bisa menjadi 0 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah menargetkan penyelesaian sejumlah perjanjian kerja sama tahun ini, termasuk Indonesia-Uni Eropa CEPA, Indonesia-Kanada CEPA, Indonesia-Peru CEPA, serta penandatanganan perjanjian dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Tunisia.

Bacaan Lainnya

Sejumlah negosiasi juga masih berjalan, di antaranya dengan Gulf Cooperation Council (GCC), ASEAN-Kanada, Turki, Sri Lanka dan blok Mercosur.

“Tahun ini sudah banyak perjanjian dagang terselesaikan. Selanjutnya kita masuk ke pasar Afrika,” ujarnya.

Mendag juga mengatakan bahwa secara nasional, sektor industri pengolahan mendominasi pada triwulan II 2025 dengan kontribusi 83,81 persen, diikuti pertambangan dan lainnya sebesar 13,55 persen, serta pertanian 2,64 persen.

“Sekarang hasil dari industri pengolahan sudah mendominasi, ini sejalan dengan tujuan hilirisasi,” katanya. (***/iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *